Profil & Biografi Grup Band La Luna

Grup Musik La Luna, Grup Band Laluna, Personil Band La LunaLa Luna, dalam bahasa spanyol artinya "Sang Rembulan". La Luna merupakan grup band asal Indonesia yang didirikan di Bandung pada tanggal 2 Januari 2000. Grup musik ini didirikan oleh Manik (vokal), Uti (gitar), Boyan (drum), dan Erwin (bas). Pada tahun 2000, La Luna memulai debutnya dengan merilis sebuah album perdana mereka bertajuk "Penggalan Kisah Lama", dengan single hits sama dengan judul album tersebut. Grup musik ini semakin dikenal publik melalui hitsnya 'Selepas Kau Pergi'. 

Pada tahun 2002, La Luna meluncurkan album anyar yang bertema "Dua Musim". Masih sama dengan album pertama mereka yang dirilis 2 tahun sebelumnya. Hingga saat ini La Luna sudah menelurkan 8 album, termasuk 1 album repackage dari album ketiga "Menanti Pagi", disusul dengan album kelima "Indah Pada Waktunya yang dirilis pada 2005. Tahun 2006, sang bassist, Erwin, menyatakan pengunduran dirinya karena dia harus fokus pada keluarganya. Namun band ini kembali meluncurkan album The Best berjudul "Kilas Balik" pada tahun 2008 dengan penambahan 2 buah lagu baru berjudul 'Tetaplah Mencintaiku', dan 'Membekas Di Hati'.

Tiga tahun vakum dari dunia musik, bukanlah berarti grup band ini bubar. Pada awal 2011, band yang terkenal dengan lirik-lirik yang romantis dan easy listening ini pun meluncurkan album ke-7 bertajuk "Berbunga-Bunga", dengan hitsnya 'Lara Hati' yang sempat menduduki top chart tangga lagu di radio-radio & stasiun televisi Indonesia. La Luna membawakan musik yang lebih fresh ketimbang album-album La Luna terdahulu.

Berikut adalah diskografi album dari grup band La Luna:
Berikut ini video klip La Luna dalam lagu 'Selepas Kau Pergi', Silahkan lihat streamingnya di bawah ini:

"Penantian Hidup", Album Kedua SamsonS

Cover Album Samsons Penantian Hidup 2007Satu hal yang langsung terdengar dari album keduaSamsonS "Penantian Hidup" adalah, grup band ini coba memadukan musiknya dengan orkestrasi. Konsepnya jadi mirip-mirip rockestra. Apalagi musik SamsonS memang makin berbau rock '80an. Hasilnya, not bad lah. Kualitas sound-nya maksilam. Maklum, Irfan Cs. selaku produser memang menggunakan orkestra asli untuk mendukung albumnya.

Lantas, bagaimana kualitas materinya? Apakah ada kans untuk mengulang kesuksesan di album lalu?

Jujur, setelah mendengar beberapa kali, baru ada satu-dua lagu yang sepertinya bisa langsung menggelitik kuping. 'Hey Gadis' dan 'Luluh'. Notasinya unik dan langsung bisa dinikmati. Seharusnya, dua lagu ini yang digunakan sebagai pembuka langkah SamsonS di pentas industri.

Makanya, pemilihan single 'Kisah Tak Sempurna' bisa dibilang sebagai sebuah keberanian. Karena single ini terlalu biasa, dan kurang punya daya dobrak di industri musik lokal.

Sisanya? standar. Tapi nggak jelek. Kalo didengar secara menyeluruh, album ini sebenarnya rada membosankan. Sama seperti album perdana. Tapi kalo dilepas satu per-satu nggak tau juga.

Tracklist:
  • Samsons - Seandainya
  • Samsons - Hey Gadis
  • Samsons - Jika Ku Harus Bermimpi
  • Samsons - Kisah Tak Sempurna
  • Samsons - Kau
  • Samsons - Perbedaan
  • Samsons - Luluh
  • Samsons - For You
  • Samsons - Penantian Hidup
  • Samsons - Aku
  • Samsons - S.F.W.

Grup Band Indonesia yang Disangka Berasal Dari Malaysia

Sobat LirikRaja, beberapa waktu yang lalu saya pernah memposting artikel mengenai penyanyi Indonesia yang sukses di Malaysia. Nah, pada kesempatan ini saya akan mengulas mengenai grup band / grup musik asli Indonesia yang disangka grup band asal Malaysia. Siapa sajakah mereka? Tentunya nanti akan saya ulas satu per-satu. Di era 90an, marak grup band maupun penyanyi yang beraliran slow rock, baik yang berasal dari indonesia ataupun penyanyi / band yang berasal dari Malayasia (namun dari Indonesia yang terbanyak adalah penyanyi solo beraliran slow rock, bukan band). Mungkin hal ini yang membuat orang bingung mana musisi yang asli dari Indonesia dengan musisi pendatang dari Malaysia, dikarenakan kesamaan genre musik yaitu musik slow rock khas melayu yang mendayu-dayu. Kerancuan inilah yang ingin saya jelaskan pada topik bahasan kali ini. Oke langsung saja kita bahas mereka satu-satu.


1. Fenomena

Masih ingatkah anda dengan lagu berjudul "Tiada Yang Lain" yang dibawakan oleh grup musik Fenomena pada medio 1997, yang sempat nge-hits di radio-radio swasta nasional? Banyak orang mengira bahwa grup band ini berasal dari Malaysia, padahal mereka asli berasal dari Jakarta Utara, Indonesia bro..! Lagu "Tiada Yang Lain" enak untuk didengarkan, memikat hati, dengan nuansa Melayu yang ringan. Lagu ini pula digunakan sebagai judul album mereka dibawah naungan Blackboard, dimana peredarannya tak hanya dipasarkan di dalam negeri, namun juga hingga ke Malaysia, Singapore, bahkan sampai Brunei Darussalam dan Hongkong. Lihat cuplikan video klip Fenomena "Tiada Yang Lain" pada tautan dibawah ini:

2. Gan Rose

Masih ingat dengan lirik lagu yang bunyinya kira-kira begini:


Siapa dia, ingin ku mengenalnya
Berkali jumpa ku tyerpesona 
Sungguh ku telah tergoda...)

Reff:

Masih ingatkah sayang waktu kita bedua

Kubelai, kau peluk diriku dengan sepenuh hatimu
Masih ingatkah sayang janji yang kau ucapkan
Rasa cinta yang indah membuat diriku terlena...)


Itulah cuplikan dari lirik lagu Gan Rose bertajuk "Siapa Dia" yang sempat populer di tahun 1999 di TV maupun radio nasional. Lagu ini terdapat pada album "Sandiwara Biru" terbitan Akurama Records, sering nongol di acara musik Album Minggu TVRI. Dengan gaya rambut gondrong dan pakaian khas rocker jadul di video klip mereka. Siapa yang nyana, kalau lagu yang berirama Melayu ini ternyata dinyanyikan oleh grup band yang berasal dari Indonesia.

3. Asahan

Asahan adalah grup musik slow rock yang sempat populer di tahun 2000 dengan lagu andalannya "Cinta Tasikmalaya", sebuah lagu milik musisi Malaysia, Olan ("Cinta Bandar Tasik Selatan"), yang diaransemen ulang dan dibawakan oleh Asahan. Kira-kira begini liriknya:

"Tiada apa yang dapat kurasakan
Selain dari cintaku padamu
Tiada lafaz sendu yang terindah
Yang dapat kugambarkan kepadamu...)"


Penggalan lirik lagu diatas adalah lagu yang dibawakan Asahan, berjudul "Cinta Tasikmalaya". Banyak orang menyangka Asahan adalah grup band asal Malaysia, namun kenyataanya, sesuai dengan namanya, mereka berasal dari kabupaten Asahan, Sumatera Utara coy...!

Itulah beberapa grup musik asli Indonesia yang disangka berasal dari Malaysia.

/rif Akan Rekaman di Abbey Road Demi "Go International"

Grup Musik /rif, Personil Band /rif
Sudah lama malang-melintang di industri musik tanah air, /rif sebuah grup band rock asal kota bandung ini berusaha untuk menembus industri musik dunia lewat album ke-9 mereka. Tahun 2015 ini /rif yang menginjak usia 21 tahun akan merekam album mereka secara live recording di studio legendaris Abbey Road, London, England pada tanggal 4 maret 2015.

"Ya betul, bertahun-tahun bermusik terus, berkarya terus, kami bermimpi untuk menembus pasar internasional. Alhamdulillah di awal tahun bertemu partner baru yang membuka jalan rekaman di Inggris," kata Andy (vokal) mewakili rekan-rekannya, Magi (drum), Jikun (gitar), Ovy (gitar), dan Teddy (bas), dalam jumpa pers Wild Fire Tour, di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (28 februari 2015).

"Rekaman di Abbey ini merupakan langkah pertama. Insya Allah rekaman album ini kalau lancar akan berlanjut rekaman di tiga negara. Setelah di London itu di Amerika, dan di Kanada. Ini (Abbey Road) langkah awal kami melangkah ke sana (industri musik internasional)," lanjut pria yang bernama lengkap Restu Triandy itu. 

Rencananya /rif akan bertolak ke London pada 2 Maret 2015. "Jadi tanggal 2 Maret jam tujuh malam berangkat (dari Jakarta), tanggal 3 Maret sampai (di London). Terus tanggal 4, 5, 6 itu rekaman (di Abbey), dan sisanya mixing dan mastering," ujar Jikun.

Pada proses rekaman kali ini, /rif akan didukung oleh nama-nama besar di dunia studio rekaman. Di antaranya adalah Sam Okell yang akan mengerjakan mixing, dimana dia adalah seorang mixing engineer yang sudah terlibat di banyak proyek yang melibatkan musisi-musisi dunia, antara lain PJ Harvey, Counting Crows, The Mars Volta, Foster The People, dan termasuk juga pengerjaan remixing soundtrack film grup band legendaris The Beatles, Help!. 

Lalu ada Geoff Pesche yang sebelumnya pernah mengerjakan album Gorillaz, Basement Jaxx, Kylie Minogue, Athelete, Coldplay, dan beberapa album lainnya. 

Di tangan para jagoan dunia studio rekaman tersebut, /rif menyiapkan 10 materi lagu. "Kami standar satu album 10 lagu. Sudah bolak-balik setiap hari kerjain aransemen, ide dari satu orang terus dikeroyok," kata Jikun.

"Kemungkinan, akan ada satu lagu populer ada lagu lama yang di-remake, dan dipikirkan siapa orang yang ditaruh di situ," sambungnya. 

Untuk menembus pasar internasional, /rif menyiapkan "senjata" berupa lagu-lagu berbahasa Inggris. "Yang paling pasti album ini akan full berbahasa Inggris, karena tujuan utama kami menembus pasar internasional," kata Ovy. 

Setelah merampungkan rekaman di Abbey Road, selanjutnya /rif dijadwal untuk rekaman di AS pada April 2015, dan mengikuti Canadian Music Week di Kanada pada Mei 2015. "Langkah pertama rekaman di Abbey Road, London, setelah itu rekaman di Amerika. Setelah itu ke Kanada, di sana ada Canadian Music Week, dia annual event untuk memeringati event musik di Kanada, kami diundang untuk mengisi di sana. Kamu akanperform dan mengisi rekaman di sana," kata perwakilan Trilogy Live, Willy, selaku promotor rangkaian kegiatan /rif di Eropa dan Amerika. 

"Nanti ada perform show di Kanada yang audiens-nya dari industri recording. Enggak disangka banyak yang menantikan /rif," lanjutnya. 

Proyek live recording di Abbey Road ini diharapkan sudah bisa dinikmati dalam bentuk fisik album CD pada Mei 2015. "Ya nanti akan ada pertunjukan sekaligus mengenalkan album yang direkam di Abbey. Nanti bisa di Jakarta atau bisa juga di Bandung," ujar Andy.

Setelah itu, /rif bakal bertolak ke luar negeri lagi untuk manggung di beberapa festival di Eropa dan Amerika. "Jadi mulai pertengahan tahun sampai akhir tahun ini bakal ada tur ke sana. Semua susunan agendanya sudah disusun dengan agensi internasional, kemungkinan 21 kota," kata salah satu manajer Rock Management yang menangani /rif, Tony Tones.

Profil & Biografi Lady Rocker Inka Christie

Penyanyi Indonesia Inka ChristieRinni Chries Hartono, atau lebih dikenal dengan nama Inka Christie merupakan seorang penyanyi rock / slow rock terbaik yang ada di Indonesia. Inka Christie lahir di Bali pada tanggal 20 januari 1973. Ia merupakan putri bungsu dari 4 bersaudara dari pasangan S. Suhariono dan Krimiati, di era 90an Inka Christie dikenal sebagailady rocker. Ia mulai populer setelah merilis single 'Cinta Kita' yang berduet dengan rocker asal Malaysia, Amy Search pada tahun 1991 dan juga album "Gambaran Cinta" pada tahun 1992. Dan pada tahun 2007 lalu Inka Christie membentuk grup musik Q-ta yang beraliran pop, bersama Reza (gitar), Ngguh (bass), Lala (keyboard) dan Hadle (drum). Album yang berhasil dirilis oleh band ini adalah "Mencari Cinta", pada tahun 2008 silam. Berikut saya berikan biodata Inka Christie, silahkan simak pada tulisan di bawah ini:

Biodata
Nama Lahir : Rinni Chries Hartono
TTL : Bali, 20 januari 1973
Tahun aktif : 1991 - sekarang
Genre : Slow Rock / Rock
Label : Musica Studio's
Nasionalitas : Indonesia

Diskografi album
Berikut ini adalah cuplikan video musik lady rocker Inka Christie dalam lagu 'Jangan Pisahkan' berduet dengan Amy Search.

PowerSlaves Ramaikan Lagi Panggung Musik Rock

Grup Band Rock Powerslaves
Meskipun memiliki jadwal show padat, grup band rock Indonesia, PowerSlaves tetap fokus menggarap video klip single terbarunya berjudul "Ku Tunggu". Power Slaves sendiri kini digawangi oleh Anwar Fatahillah (Bass), Heydi Ibrahim (Vocal) dan Wiwiex Soedarno (Keyboard). Karena perbedaan visi dan misi tidak lama setelah rilis album, Gitaris Acho Jibrani tidak dapat meneruskan perjalanan bersama PowerSlaves. Hal ini diakui oleh vokalis PowerSlaves, Heydi Ibrahim saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Selasa (19/3). Heydi juga mengatakan jika single ini adalah single andalan mereka di album "100% ROCK N ROLL"

“Ya memang kita sudah merencanakan buatkan video klipnya. Karena kita lihat lagu ini sangat banyak di request di radio-radio” imbuhnya.

Video klip single "Ku Tunggu" ini digarap oleh sutradara Andhy Pulung yang sebelumnya juga sempat menjadi sutradara di video klip Power Slaves berjudul Indonesia. PowerSlaves adalah grup band rock legendaris yang berjaya di era 90-an. Kini mereka hadir kembali untuk membuktikan eksistensinya di belantika musik Indonesia. Suara melengking khas Heydy Ibrahim membuat karya PowerSlaves tetap diminati pecinta musik cadas tanah air. 

“Kami akan terus dan terus berkarya dalam jalur musik dengan memberikan yang terbaik”, janji Anwar Fatahillah sang bassist. 

Indra Budi selaku manager PowerSlaves yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Kereta Rock N Roll Label & Management menegaskan bahwa telah mempersiapkan strategi untuk Power Slaves ke depan. Salah satu strategi itu adalah memberikan konsep berbeda pada penggarapan video klip dalam single baru Power Slaves kali ini. Konsep video dibuat lebih berani dan menampilkan beberapa adegan menegangkan. 

Kemampuan akting apik dari para personel PowerSlaves membuat video klip ini menjadi berbeda dari video klip sebelumnya. Buat kalian pecinta musik rock, don't miss it.
Back To Top